Getaran Motor (Vibration)

Hari ini saya mendapat tugas untuk tes running unit chiller centrifugal dengan kapasitas 825 TR, kerusakan utama ialah pada rotor motor dengan beberapa bagiannya hancur sehingga harus diperbaiki dan dilakukan balancing.

Tak lupa, saya pun sempat melakukan pengukuran menggunakan alat vibration meter.

Hasil pengukuran
> Back Side : 6 – 7 mm/s
> Front Side : 2 – 3 mm/s

Merujuk kepada ISO 2372 (10816) mengenai standard getaran motor listrik untuk spesifikasi :

  • Frekuensi kerja 10 s/d 200 Hz.
  • Putaran motor 600 s/d 12000 RPM.
  • Motor Pompa, motor produksi, generator, turbin, compressor dll.
  • Shaft motor yang berputar dengan posisi horisontal ataupun vertikal.

iso standard 2372

Dengan rincian :
Class I : untuk ukuran motor <15 KW
Class II : untuk ukuran motor 15 s/d 75 KW
Class III dan IV : untuk ukuran motor >75 KW

Mengukur Kapasitor

Bagi saya, sudah bukan hal yang aneh ketika berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain, bertemu dengan teknisi gedung yang masih minim kemampuan analisanya, kebanyakan diantara mereka masih mengandalkan coba-coba tanpa didasari dasar pengecekan yang tepat dari tiap komponen di suatu mesin pendingin.

Kasus sederhana yang saya temui di sebuah gedung ialah, seorang teknisi gedung melaporkan bahwa AC Split ukuran 1 PK mereka bermasalah yaitu ruangan tidak dingin dengan kondisi compressor bergetar kemudian mati dan berulang terus menerus, mereka sudah menyimpulkan kerusakannya yaitu kapasitornya harus diganti.
Saat saya tanya apakah kapasitornya sudah dicek menggunakan alat ukur? dan apakah gulungan kompressornya sudah dicek menggunakan alat ukur? mereka menjawab gulungan kompressornya sudah diukur dengan grounding dan suara beep tidak bunyi yang artinya gulungan tidak short, namun mereka tidak tahu cara memastikan kondisi kapasitornya.

klo dilihat sungguh sangat disayangkan, sehingga saya coba memaparkan sedikit cara mengukur kapasitor tersebut sebagai bahan pengetahuan.

*) Lepas semua konektor yang tersambung ke kapasitor.
*) Lakukan hubung singkat di kaki kapasitor untuk memastikan bahwa muatannya sudah habis.
Capasitor_short
*) Gunakan multimeter dengan memilih “uF”.
*) Tempelkan probe multimeter di masing-masing kaki kapasitor, di sini nilai kapasitansinya bisa terlihat dengan toleransi 5%.
Capasitor_ukur

 

3CY75E73JNAZ

Resistor (tahanan)

Resistor (tahanan) adalah salah satu komponen elektronika  yang berfungsi menahan aliran arus listrik, secara fisik bentuknya sebagai berikut :

Resistors

atau

ohm_resistors_cropped

Untuk membaca nilai resistansi dari resistor yang diberi kode warna ialah :

resistor-kode-warna

Contoh :
Berapa nilai resistansi sebuah resistor yang mempunyai warna merah, hijau, coklat dan emas.
diketahui :
pita pertama warna merah = 2
pita kedua warna hijau = 5
pita ketiga warna coklat = x 10¹
pita keempat warna emas = ± 5 % (toleransi)
maka :
25 x 10¹ = 250 Ω  ± 5 %

sumber gambar : wikipedia.org

Relay dan Kontaktor

Relay adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai sakelar yang dikendalikan listrik, relay secara fisik di dalamnya terdapat switch dan electromagnetic coil, dengan memberikan tegangan listrik pada coil akan menjadikannya magnet yang kemudian menarik pelatuk untuk menggerakkan switch (sakelar). Secara fisik gambarnya sebagai berikut :

ACRelay

 

Pada ukuran switch untuk menghantarkan arus yang lebih besar, maka dinamakan kontaktor. Secara fisik gambarnya sebagai berikut :

kontaktor

Daya (Watt) Listrik

Mengetahui usaha / daya kerja suatu aliran listrik pada suatu sirkuit dapat ditentukan menggunakan rumus berikut.

P=VxI

dimana :
P = Daya (watt)
V = Tegangan (volt)
I = Arus (Ampere)

Pemberian nama watt untuk daya yaitu dalam rangka mengenang tokoh ilmuwan terkenal dari Skotlandia yang bernama James Watt (tahun 1736 – 1819).

Contoh :
Berapa daya listrik pada suatu lampu pijar yang diberi tegangan 220 V dengan arus 0,2 Ampere ?
diketahui :
V = 220 volt
I = 0,2 Ampere
maka :
P = V x I
P = 220 x 0,2 =  44 Watt